The Ring of Solomon - Jonathan Stroud
Judul : The Ring of Solomon
Pengarang : Jonathan Stroud
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 528 halaman
ISBN : 978 979 22 89 435
Sinopsis:
Bartimaeus, Sang Jin yang menjengkelkan, misterius dan berlidah tajam, terjebak di bawah kekuasaan Raja Solomon, berkat cincin legendarisnya. Tidak ada satu pun kekuatan didunia yang dapat mengalahkan kekuatan cincin itu. Hal ini menjadikan Raja Solomon yang memakai cincin itu menjadi penguasa yang hebat dan ditakuti oleh bangsa-bangsa lain dan bahkan penyihir-penyihir yang ada. Walau secara diam-diam, mereka mencoba satu dua kali percobaan mencuri cincin itu. Namun resiko ketahuan akan sangat fatal. Raja Solomon cukup memutar sedikit saja permukaan cincin, maka kekuatan yang sangat dasyat akan melakukan apapun perintahnya. Kejayaan dan kemegahan Yerusalem adalah hasil kerja para makhluk halus yang menjadi budak-budak Raja Solomon. Bangunan Megah Istana Raja Solomon dibangun hanya dalam waktu semalam!
Namun datanglah seorang gadis bernama Asmira, dari negeri Sheba untuk mencuri cincin Raja Solomon dan membunuh Raja Solomon jika memungkinkan, karena telah mengancam negeri Sheba untuk tunduk dan takluk kepada Raja Solomon, mungkin ini karena Ratu negeri Sheba, Ratu Balkis yang sudah 4 kali menolak pinangannya.
Dengan titah dari Ratu Balkis, Asmira berangkat dengan diam-diam seorang diri ke Yerusalem, untuk mencuri cincin Raja Solomon dalam waktu 14 hari, sebelum Raja Solomon memerintahkan pasukannya meluluhlantakkan negeri Sheba.
Nasib mempertemukan Bartimaeus dan Asmira, membuat Bartimaeus berada diposisi yang berbahaya. Berhadapan langsung dengan kekuatan luar biasa dalam cincin Raja Solomon tidak pernah menjadi pilihannya karena dia tahu betul kekuatan itu jauh di atas kekuatannya, walau Bartimaeus dengan sedikit enggan mengakuinya.
Dengan kesepakatan bersama, Bartimaeus dan Asmira menemukan hal-hal ajaib dan rahasia dari cincin Raja Solomon. Berhadapan langsung dengan kekuatan cincin itu dan dengan Raja Solomon sendiri.
-----
Ini adalah buku pertama tentang Bartimaeus yang saya baca, ada buku Trilogi tentang petualangannya dengan penyihir yang berbeda. Perkenalan pertama ini cukup mengesankan dan membuat saya cukup yakin untuk membaca Trilogi itu selanjutnya.
Cerita cincin Solomon ini agak sedikit mirip dengan Lampu Ajaib Aladin, yang dapat mengabulkan apapun perintah orang yang menggosoknya, namun cincin Raja Solomon unlimitless, artinya tidak hanya 3, tetapi perintahkan beribu-ribu perintah dan semua akan terlaksana.
Sosok Bartimaeus yang sarkastik ini anehnya cukup menghibur saya, bahkan busa dibilang, suka. Sindiran-sindirannya tentu membuat si topik sindiran sakit hati tetapi bagi yang mendengarnya, itu jenaka, konyol tetapi benar, tak jarang Bartimaeus juga mengumbar kekuatannya dan petualangan-petualangannya dengan teman-temannya sesama makhluk halus dari kehidupannya terdahulu.
Bukan buku pertama saya dari Jonathan Stroud, sesudah membaca beberapa bukunya yang lain, saya menemukan beberapa kesamaan. Stroud selalu membuat sebuah sosok yang memang seperti Bartimaeus ini, memiliki sifat jenaka namun sarkastik dan realistis. Mungkin Stroud itu orangnya memang jenaka dan selalu melihat sisi yang konyol dari sebuah masalah dan bisa menertawakan segala sesuatunya tanpa menjelekkan arti yang sebenarnya.
Kesarkastik-an Bartimaeus lah yang membuat cerita ini begitu menarik, dan sangat menyenangkan untuk diikuti, bahkan saya pikir jika diadaptasi ke film akan menjadi sebuah film yang bagus. Mungkin akan setara dengan film seperti Harry Potter yang bergenre sama, Magical Word dan Mythical Creatures. Namun beberapa hari yang lalu, saya baca kalau buku Stroud dari seri yang berbeda yang akan diadaptasi ke film. Kebetulan saya juga suka seri itu. Jadi... 😍 kita tunggu saja.
Untuk buku ini sendiri saya beri rating 3,5 ⭐ karena membuat saya tertawa sepanjang saya membacanya.

Komentar
Posting Komentar