Review Buku : Me Before You
Me Before You -Jojo Moyes
Ori/Rp.55K/252/08/02/2016
Me before you,, novel yang kalo udah start baca ga bisa lepas, dengan ketebalan 655 halaman, saya selesaikan dalam 2 hari, rekor buat saya, buat yang lain mungkin biasa saja. Hehe,,
Terlebih, saya biasa berlama-lama dalam membaca buku, karena imajinasi saya kadang beranak pinak dulu. Baru lanjut baca lagi. Tapi yang ini berbeda! Tancap gas terus, penasarannya poll!
Pertama lihat buku ini tahun 2014 lalu, tapi karena belom ada rekomendasi apapun soal buku ini yah, dilewatkan saja. Sampai pada pertengahan tahun 2015 lalu, saya lihat kalau buku ini akan di angkat ke layar lebar. Ok, hunting list!!!
Anehnya, sebelum masuk hunting list, ini buku sering saya liat di penjual buku Olshop langganan saya, eh,, pas mau beli, ga ada yang ready. Ondemande,,,, Saya pesanin sampai ke 3 Olshop lho...
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Desember kemaren, akhirnya buku ini jadi salah satu Christmas Gift saya, dari saya,, hehehee,,, thx to Olshop langganan saya. Emang sengaja beli di Olshop, ga ke toko buku, soalnya di Olshop bisa dapat buku kolpri, kan setengah harga, bukunya masih bagus. Kalaupun dapat yang segel/baru, pasti dapat diskon sampai 20%. Tapi,,, berhubung waiting list to readnya saya masih ada. Bukunya nangkring manis manja dulu di rak buku.
Sampai suatu hari, saya lihat ada temen yang share movie trailernya di FB. Eh!!! Saya klik...berdurasi 2.19 menit. Awalnya kan saya ga ada gambaran apapun tentang cerita bukunya, jadi pas nonton itu trailer, ya ga ada ekspektasi apa-apa. Beda kan kalo kita udah baca buku duluan, pasti kita sok jadi sutradaranya, yang cocok jd si A itu si ini, gitu kan, nah ini beda..
Di trailer itu, saya ga kenal pemain wanitanya, blom pernah liat dia maen dimana, walau diliat dari wajahnya kayaknya bukan pendatang baru, namanya Emilia Clarke. Dan si cowonya si Sam Claflin! :) Dia juga maen di Love Rossi yang di adaptasi dari buku Where The Rainbows End-nya Cecilia Ahern, sama jadi somebody di Hunger Games-nya Suzanne Collin, seandainya si Sam yg meranin Peta Melark, saya mungkin akan sedikit lebih antusias sama movienya. Tapi yah.... Oh ya, Photograph-nya Ed Sheeran jadi Ost nya, cucok lah.
Oke, jadi karena liat itu trailer, saya langsung ambil bukunya, trus di rebuss!!! Ya enggaklah dibaca, ga ding, di elus-elus dulu, di endus-endus, dibaca sinopsisnya, trus di renggang-renggain kertasnya sampai bunyi kres-kres gitu, berkali-kali, enak bgt didengar,, baru di baca. ツ
Jadi ceritanya begini,
Si Will Traynor, pria berumur 35 tahun, mapan, ganteng, aktif, ambisius, dan kaya raya, akhirnya harus menyerah di kursi roda dengan status penderita quadriplegia C5/6, setelah suatu hari terlibat kecelakan lalu lintas. Will ditabrak sepeda motor yang mengakibatkan dia lumpuh dari leher ke bawah, hanya sedikit gerakan jemari kanannya yg berfungsi, itu pun tidak maksimal. Oleh karena itu, hidupnya bergantung pada orang lain, dia punya perawat pribadi, yang mengurus semua obat, memeriksa kondisi fisik sampai kebutuhan pribadinya. Dua tahun hidup seperti ini, semua tidak lagi sama, semua orang sekarang membuat keputusan untuknya, seakan-akan otaknya juga lumpuh. Sampai suatu waktu Will mencoba bunuh diri. Kejadian ini mengkuatirkan keluarganya. Semua yang terbaik sudah dilakukan keluarga, tapi bukan apa yang Will inginkan. Sampai akhirnya Will meminta untuk melakukan Dignitas, yup,,,bunuh diri legal, difasilitasi oleh sebuah klinik, ada di Swiss pemirsa...
Kesepakatan antara Will dan keluarganya terjadi, 6 bulan, keluarga Traynor berharap mujizat, Will akan mengurungkan niatnya. Untuk menghindari Will curi start, Ibunya mempekerjakan seorang Asisten pribadi, yang menemaninya setiap hari dan memastikan benda-benda yang bisa digunakan untuk percobaan bunuh diri dijauhkan.
Adalah Lou, Louisa Clark, 26 tahun yang mendapat pekerjaan itu. Dipecat dari pekerjaannya sebagai pelayan di kafe dan ekonomi keluarga yang morat marit, Lou tidak punya pilihan lain. Lou berasal dari kalangan biasa, sederhana, dan tidak suka bertualang, terkungkung oleh kota kecil tempat tinggalnya seumur hidup.
Dibuku ini kita akan melihat bagaimana Lou dan Will dari pertama sampai akhirnya mereka akrab. Sampai akhirnya Lou tahu apa yang diinginkan Will hanya dengan melihat lirikan matanya. Sampai akhirnya Will membuka niat Lou untuk menantang dirinya sendiri. Tanpa sadar, mereka telah saling memberikan pengaruh yang sangat mendalam terhadap kehidupan satu sama lain. Ada waktu Lou menyerah saat tahu Will akan melakukan Dignitas itu. Namun dia melanjutkan sisa kontrak 6 bulan, dengan misi akan mengubah keputusan Will.
Segala usaha Lou lakukan, untuk menunjukkan bahwa hidup Will masih berarti. Dia tidak sendirian didunia ini, banyak hal bisa dilakukan.
Pada akhirnya mereka saling jatuh Cinta. Dan Lou memohon agar Will membatalkan niatnya. Memberi kesempatan pada mereka berdua. Namun bagi Will itu tidak cukup. Dignitas merupakan satu-satunya dimana Will memegang kendali atas hidupnya kembali sejak kecelakaan itu terjadi.
Mengenal Will mengubah hidup Lou, membuatnya mandiri dan mampu melebarkan sayapnya, berangkat kuliah dan meninggalkan kampung halamannya.
Cerita nya bagus, ini novel Jojo Moyes (putrinya David Moyes bukan mba? :)) pertama yang saya baca. Dan saya suka cara berceritanya, ringan tapi penuh. Saya juga suka karakter kedua tokohnya yang kuat, dan realistis. Saya rasa ini juga kisah happy ending, mereka bahagia walau ada derita, tetapi pada akhirnya Lou dan Will bebas.
Buku ini ada sekuelnya, Me After You. Bisa ditebak, pasti ceritanya tentang Lou menjalani hidupnya dan menemukan cinta lagi, tentunya bukan dengan si Running Man a.k.a si Marathon Man itu. Hungting list!!!
Buku Moyes yang lain, blom baca tapi udah punya, yeyeye,,, \('̀⌣'́)ง The Girl You Left Behind, wajib untuk dibaca juga.
I wish i had more time to read!
Saya kasih Bintang 4 ****
Good job Moyes \('̀⌣'́)ง

Komentar
Posting Komentar