The Girl On Paper - Guillaume Musso
Judul : The Girl On Paper
Pengarang : Guillaume Musso
Penerbit : Penerbit Spring
Tebal : 448 halaman
ISBN : 978-602-74322-4-6
Sinopsis :
Tom Boyd adalah seorang penulis miliarder yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore, namun setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya dan menderita writer's block parah dan tenggelam dalam alkohol dan obat-obatan terlarang. Namun suatu malam seorang gadis cantik muncul di rumah Tom dan mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang jatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak. Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian jika Tom mau menulis novel kelanjutan bukunya agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali. Kontrak pun ditandatangani kedua belah pihak pada selembar kertas tissue. Deal!!!
The Girl On Paper sudah menjadi wishlist saya 2 bulan belakangan ini karena banyaknya euforia akan buku ini, tak mengherankan buku ini adalah cetakan pertama yang terbit setahun yang lalu, September 2016. Di media sosial banyak Bookstagram yang membahas dan merekomendasikan buku ini.
Beruntungnya saya, saya memenangkan buku ini dalam sebuah Give Away yang dibuat oleh seorang Bookstagramer. Sangat-sangat suprise dan excited karena dalam kuis tidak disebutkan judul buku yang akan dimenangkan, hanya hadiahnya berupa sebuah buku terbitan Penerbit Spring.
Ekspektasi saya terhadap buku ini sangat tinggi jadi ketika di tangan saya ingin cepat-cepat menyelesaikannya dan ingin mengetahui ceritanya.
Tetapi di 100 halaman pertama alurnya datar. Buku ini diceritakan dari 2 sudut pandang, pertama dari sudut pandang Tom, yang menceritakan bagaimana depresinya dia setelah putus dari pacarnya Aurore, dan juga dari sudut pandang narator yang menceritakan tentang tokoh-tokoh yang lain yang sangat berpengaruh dalam cerita ini.
Halaman ke 200, saya berpikir sepertinya buku ini terlalu di beri nilai tinggi karena menurut saya masih datar-datar saja. Oke... Tom dan Billie memulai misi menjumpai Aurore ke Meksiko dengan segala permasalahan dan cekcok disana sini dan hubungan Milo dan Carole yang seperti kucing kampung dan kucing angora, berantem terus!!!
Bahkan di awal cerita, saya tidak percaya kalau sosok Billie benar-benar keluar dari buku akibat salah cetak, itu agak tidak masuk akal dan entah kenapa saya merasa bawa buku ini bukanlah buku yang berbau mistis atau dunia sihir. Karena ceritanya berlatar di zaman sekarang, zaman Milenial, zaman canggih dan modern ini, tahun 2000an ini, I mean, c'mon... it's must be more than that!
Dengan menyeret pikiran saya untuk terus maju dan berharap buku ini tidak mungkin hanya bernilai "biasa saja", saya mau tidak mau mencoba untuk menerima bahwa secara ajaib memang Billie keluar dari buku Tom yang salah cetak. Baiklah! Lets see where this lead us into. (Bahkan saya sempat berpikir kalau ceritanya menjadi semakin tidak masuk akal, saya akan melempar buku ini...serius!!!).
Salute buat Guillaume Musso yang membawa saya berjalan di jalan tol yang monoton, tapi pada halaman 300an saya mulai merasakan alur yang sedikit berbeda, mulai ada riak-riak penasaran yang menarik dan semakin intens. Penasaran karena ada kejanggalan yang berlawan semakin banyak padahal Musso memberi keyakinan untuk mempercayai asal usul Bilie, saya terus membaca dan membaca, dan here's comes the thunder, di 100 halaman terakhir sebuah klimaks yang sangat tajam dan itu benar-benar diluar dugaan saya sebelumnya menghantam saya.
Epic!!!
Cerita ini cerita yang Happy Ending dan saya suka. Saya suka bagaimana Musso mendapat ide ini, menjungkirbalikkan keraguan saya di awal cerita. Karakter-karakternya juga sangat kuat, persahabatan antar Tom, Milo dan Carole sangat bagus, mereka telah berteman hampir sepanjang hidup mereka.
Kredit lebih saya berikan kepada Milo, yang di awal cerita adalah teman pembawa masalah, entah kenapa saya merasa dia memiliki peran atau sesuatu yang lebih, his more than that. Dan ternyata benar! 😄 Dia teman yang sangat peduli dengan sahabatnya dan saya salut bagaimana dia bisa memikirkan ide yang demikian untuk menolong Tom dari depresi. Hubungan Milo dan Carole juga patut saya berikan jempol, sebagai second roll yang memiliki peranan penting dalam kisah ini. Ketiga sahabat ini bisa tetap menjaga persahabatan mereka walau didera keraguan, dan ketidakpercayaan. Ada pelangi sehabis hujan!
Beberapa koreksi untuk penerbit Spring, disamping cover bukunya yang cantik sekali, berlatar putih dan tulisannya yang sangat simpel tetapi sangat bagus ada bookmark yang sangat lucu dan sesuai dengan covernya hanya saja bookmark ini sangat kecil jadi terkadang lebih sering jatuh dan ngumpet/menghilang dari pada menunaikan tugas sebagai penanda. Mungkin seharusnya agak lebih besar atau lebih panjang, atau karena size nya kecil, mungkin bisa diberi cantelan lipat.
Disamping itu juga terdapat beberapa kesalahan pengetikan atau typo, dan border halamannya berantakan. Halamannya jadi tidak proporsional, bagian top sangat mepet ke atas, sehingga terlihat seperti hampir terpotong. Paragraf-paragraf baru dalam 1 bab, yang di beri judul, juga kacau, layout nya tidak rapi. Kemudian ada beberapa tulisan yang saya tidak tahu ini sengaja atau tidak atau ini mencerminkan ketika mendengarkan Billie yang cerewet dan mencerocos panjang lebar, Tom yang pada awalnya mendengarkan tetapi lama kelamaan dia mengabaikan suara itu, sehingga lambat laun menjadi semakin kecil dan semakin kecil dan semakin dia terhanyut pada hal lain, suara itu semakin hilang. Dan di sini hal itu ditulis dengan font tulisan yang awalnya standar tetapi semakin kebawah tulisan berubah font menjadi mengecil dan tidak diakhiri dengan tanda baca titik melainkan titik-titik yang menyiratkan kalimat itu terpotong.
Sempat terpikirkan bahwa itu adalah kesengajaan, dimana Musso mencoba membuat kecacatan yang sama dalam buku ini seperti kecacatan dalam buku Tom.
Over all, saya suka buku ini walaupun ceritanya setengah perjalanan masih datar tetapi tetaplah membaca karena di halaman terakhir akan ada sebuah tanjakan-tanjakan emosi dan klimaks yang sangat bagus yang tidak terpikirkan.
Sekali lagi salut buat Guillaume Musso, 1 hal lagi, penulis dengan cerdiknya bisa membuat cerita ini seakan-akan benar-benar dari kisah nyata dengan melakukan pengulangan di akhir Bab (kalian akan mengerti ketika membaca bukunya) 😉
Untuk keseluruhan, saya beri nilai: cerita:3,5 ⭐
fisik buku: 2 ⭐


Komentar
Posting Komentar