Assassin's Creed : Renaissance - Oliver Bowden

Judul : Assassin's Creed : Renaissance
Pengarang : Oliver Bowden (Anton Gill)
Tebal : 590 halaman
Penerbit : Ufuk Publishing House
ISBN : 978 602 8801 218

Sinopsis :
Setelah dikhianati oleh keluarga-keluarga yang berkuasa di Italia, Ezio Auditore Da Firenze, seorang pria muda memulai perjalanan balas dendam yang panjang demi mengembalikan kehormatan keluarganya.

Ezio bergabung dengan organisasi Templar Knight sebagaimana ayahnya dahulu adalah anggota kelompok itu. Kematian ayahnya dan saudara-saudaranya terkait dengan artefak Templar Knights yang dilindungi ayahnya. Bersama sekutunya, Ezio dapat membalaskan dendamnya dan menjadi kekuatan baru yang membawa perubahan dalam bertarung untuk kebebasan dan keadilan, dan juga merebut artefak yang dilindungi ayahnya dahulu "Apple Of Eden". Namun untuk menemukan artefak itu mereka harus mengumpulkan Codex (potongan-potongan dari sebuah naskah kuno yang berisi kode-kode lokasi Apple Of Eden dan semacam blue print senjata rahasia) terlebih dahulu sedangkan bagi musuh-musuhnya, Ezio menjadi ancaman yang menghancurkan para tiran/penguasa yang memperlakukan rakyat Italia dengan kejam.

Dalam melaksanakan misi balas dendamnya, Ezio beserta organisasi Templar Knights membunuh target yang sudah ditentukan, tapi untuk mencari target tersebut dibutuhkan beberapa investigasi awal sebelum akhirnya bisa dieksekusi.

Buku ini adalah adaptasi dari game milik Ubisoft: Assassin's Creed II dan pengarang sendiri Oliver Bowden adalah pseudonym/nama pena dari Anton Gill.
Buku ini mempunyai banyak seri tetapi pada intinya buku ini bercerita tentang para pembunuh bayaran/Assassin dari organisasi Templar Knights.

Setting cerita adalah di Italia pada zaman renaisans, jadi masih belum ada teknologi namun berkat Leonardo Da Vinci, Ezio mempunyai senjata-senjata rahasia yang dari halaman-halaman Codex menjadi nyata, sangat canggih dan belum dimiliki oleh musuh-musuhnya dan hal ini sangat membantunya dalam melaksanakan misi.

Entah kenapa saya sempat bosan di pertengahan buku, mungkin karena banyaknya nama-nama yang muncul membuat saya agak bingung. Dalam cerita ini ada juga di singgung sedikit mengenai kisah cinta Ezio dan kekasihnya Christina Calfucci yang tidak berjalan dengan lancar karena dalam melaksanakan misi balas dendamnya Ezio harus meninggalkannya dan berangkat ke kota di mana dia bisa mewujudkan dan melaksanakan misi balas dendamnya.

Hal yang saya senangi dari buku ini adalah adegan-adegan pertarungan terutama aksi-aksi melompat seperti Parkour dari satu atap ke atap rumah yang lain.

Tahun 2016 silam sebuah film Assassin's Creed di release. Tadinya saya pikir film itu dari buku ini tetapi ternyata itu dari seri yang berbeda, walau intinya masih sama perebutan artefak kuno itu.

Saya memang belom nonton, masih  trailernya saja, tetapi saya rasa cukup keren. Aksi-aksinya sangat hidup jauh melebihi imajinasi saya.

Rating: 2,5 ⭐

Komentar

Postingan Populer