Review Buku: A SONG OF ICE AND FIRE #2 A CLASH OF KINGS

A SONG OF ICE AND FIRE #2 
A CLASH OF KINGS 
By G.R.R. Martin 
Ori/Rp.77.968/255/18/04/2016    



Setelah membaca buku pertama A Song Of Ice And Fire #1 (ASOIAF#1): A Game Of Thrones,  segera saya berlanjut ke buku kedua ASOIAF#2 : A Clash Of Kings, Peperangan Raja-Raja. Satu yang menarik sebelum mulai membaca kelanjutan kisah ini adalah, penerbit Fantasious sebagai penerbit sah di Indonesia yang membuat covernya tidak kalah bagus dengan yang pertama, kali ini bergambar Klan Baratheon, Sang Perebut Tahta bersimbol Rusa Jantan Bertanduk berlatar warna kuning. Dalam versi aslinya bergambar Mahkota Emas berlatar warna abu-abu keperakan. Belajar dari buku pertama, saya tidak berani menduga-duga lagi akan teka-teki yang tersaji disetiap bab. Namun memutuskan untuk mencari jawabannya dengan terus membaca.   Masih segar dalam ingatan, kisah dalam buku pertama, jadi tidak sulit bagi saya untuk meneruskan perjalanan pada buku kedua ini. 

Setelah nasib sial yang menimpa Robert Baratheon, Sang Raja, yang tewas setelah bergulat hebat dengan babi hutan, berkat bantuan anggur beracun sang ratu saat berburu,  meninggalkan teka-teki besar yang mengancam kelangsungan kerajaan. Disusul kematian Lord Eddard Stark yang seharusnya menjadi Pelindung Negeri sampai Ahli Waris Tahta yang sesungguhnya dinobatkan. Huru hara merajalela. Daerah-daerah memberontak, yang menimbulkan munculnya raja-raja baru. Robb Stark diangkat menjadi Raja di Utara, Stannis Baratheon menjadi Raja di Laut Sempit, Renly Baratheon Raja di Highgarden, Lord Balon Greyjoy menjadi Raja Kepulauan Besi dan tentunya Ratu di seberang laut, Daenerys Targaryen. Mereka semua mengaku tidak akan tunduk pada Raja di Tahta Besi yang kini diduduki oleh Joffrey Baratheon, anak sulung Robert. Simpang siur akan ahli waris yang sah juga menjadi persoalan, namun saat memainkan perebutan tahta, bukan masalah ahli waris yang sah atau tidak, tetapi pilihannya adalah menang atau mati.   

Pada buku kedua ini, kembali kita bertemu dengan Jon Snow, Catelyn Stark, Sansa, Arya dan Bran Stark, Tyrion Lannister dan Daenerys Targaryen sebagai pencerita ditambah pencerita baru, Theon Greyjoy si anak asuh Lord Eddard Stark dan Ser Davos Seaworth, pengawal Lord Stannis Baratheon yang mengklaim Tahta Besi sebagai miliknya setelah kakaknya, Robert meninggal.   

Saya akui, ketegangan yang dibangun G.R.R. Martin pada buku kedua ini, meningkat. Masalah baru muncul seiring peristiwa-peristiwa yang terjadi di buku pertama. Apa yang terjadi pada Sansa di King’s Landing, dimana Arya? Bran dan Rickon dikabarkan telah dibantai dengan keji oleh anak asuh ayahnya sendiri dan menyisakan Robb sebagai satu-satunya pewaris Winterfell. Jon Snow di Garda Malam dengan saudara sesumpahnya yang berperang melawan para wilding, mahkluk-makhluk lain, dan para mayat hidup. Kapan rahasia Ratu Cersei Lannister akan asal usul ke-3 ahli waris Raja Robert Baratheon yang selama ini diyakini, terungkap. Daenerys Targaryen yang berjuang keras dengan sisa-sisa khalasarnya untuk bisa kembali ke Westeros dengan naga-naganya. Walau saya agak sedikit bosan dengan kisah Dany, namun tidak bisa dipungkiri bahwa dialah ahli waris pemegang Tahta Besi yang sebenarnya.   

Sayangnya penerbit Fantasious dalam cetakan buku kedua ini melakukan banyak kesalahan yang hampir tidak saya temukan di buku pertama. Seakan-akan mereka dikejar deadline sehingga tata tulis terabaikan. Banyak kata-kata yang tanpa spasi, sehingga menyatu dengan kata yang lain. Dan juga terjadinya pengulangan 8 bab yang sama alias double, sehingga halaman buku ini mencapai 1199 halaman. Hal ini sangat menganggu. Semoga pada buku berikutnya tidak terjadi lagi.   

Sehari setelah saya selesai membaca buku kedua ini, seharian saya kepikiran akan apa yang terjadi selanjutnya. Pertanyaan saya di buku pertama belum terjawab, mungkin tidak akan terjawab, karena siapa lagi yang dapat menjawab pertanyaan saya itu kalau bukan Lord Eddard sendiri, yang mana telah terbaring kaku di ruang bawah tanah Winterfell. Namun itulah dilemma saat membaca kisah dari buku berseri. Apalagi seri berikutnya yang belum ada ditangan, bahkan belum diterbitkan dalam versi terjemahan. Berhubung bahasa Inggris saya yang pas-pasan, saya masih memilih versi terjemahan. Namun tidak tertutup kemungkinan, saya akan membeli versi aslinya demi memuaskan dahaga penasaran ini, walau nantinya kecepatan membacanya pasti akan jauh dari cepat, dan 1 hal yang pasti adalah, harganya yang akan jauh lebih mahal.   

Seri ASOIAF yang telah terbit adalah: 
 A Game Of Thrones  
 A Clash Of Kings 
 A Storm Of Swords : 1. Steel And Snow        
 A Storm Of Swords : 2. Blood And Gold
 A Feast For Crows 
 A Dance With Dragons   

Namun masih 2 seri yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Ketinggalan sekali ya. Dan kabarnya G.R.R. Martin sedang on process dalam buku ke-6 yang berjudul The Winds Of Winter.



Komentar

  1. Sudah mulai nulis buku keenam, di negeri sendiri baru terbit 2.. Kelihatannya bakal seru sekali buku yg kedua ini.

    BalasHapus
  2. Sudah mulai nulis buku keenam, di negeri sendiri baru terbit 2.. Kelihatannya bakal seru sekali buku yg kedua ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer