Review Buku: THE BFG By ROALD DAHL
THE BFG
By ROALD DAHL
ORI/15.000/257/04/05/2016
Masa kecil saya menyenangkan, saya besar dikeluarga yang dikelilingi beragam cerita. Cerita-cerita Alkitab, dongeng-dongeng daerah dan kisah-kisah Kepahlawanan, baik yang saya dengar di sekolah minggu atau dituturkan turun temurun oleh Oppung dan kedua orang tua saya, belum lagi dari buku-buku pelajaran sekolah. Karena berulang-ulang, sebagian besar cerita itu melekat sampai sekarang, yah,,, menjadi penerus cerita-cerita ke generasi selanjutnya. Tidak hanya dari situ saja, masih ada cerita dari media televisi yang disuguhkan lebih menarik dengan gambar-gambar yang lucu dan mempesona.
Saya dan ke-4 saudara saya sangat suka film kartun, bagaimana tidak, di zaman saya kecil dulu, siaran televisi yang satu-satunya bisa ditangkap oleh antene televisi dikota kami, yaitu TVRI, selalu menayangkan film-film kartun yang selalu kami nantikan, apalagi dengan jam menonton yang terbatas. TVRI sukses menjalankan perannya sebagi televisi Nasional yang mendidik.
Diantara banyaknya film kartun itu, ada sebuah film, saat itu saya kira-kira berumur 6 atau 7 tahun, antara liburan sekolah atau liburan Natal, saya tidak begitu ingat, dan saat itu pagi hari yang biasa kami habiskan dirumah saja. TVRI menayangkan sebuah film kartun. Saya tidak ingat judulnya, seingat saya dulu memang kami tidak ngeh dengan judul, tapi menyebut sebuah film dengan adengan yang ada difilm itu, seperti misalnya, Gadis Penjual Korek Api, dengan film: “anak kecil yang jual korek api itu, yang dia meninggal”, atau film Thumbelina dengan: “film yang anak kecil seukuran jempol keluar dari kuncup bunga”. Nah begitu juga dengan film yang satu ini, sangat menarik perhatian saya.
Ada adegan yang benar-benar terpatri dalam benak saya dan sampai lama berselang –mungkin sampai saya duduk di sekolah tingkat pertama - saya mempercayainya. Adegan itu adalah bagaimana terciptanya mimpi saat kita tidur. Bagi saya yang waktu itu masih kanak-kanak, percaya dengan begitu mudahnya bahwa begitulah kita mendapat mimpi, mimpi indah ataupun mimpi buruk. Seingat saya selama masa kanak-kanak, saya pernah menangis dalam mimpi dan terbangun dalam keadaan menangis, sebuah mimpi buruk. Dan saya percaya, mimpi itu dikirim kepada saya oleh dia, seperti terjadi dalam film kartun yang pernah saya tonton itu, ditiupkan dengan sebuah alat ke arah kepala kita, dan kita pun bermimpi.
Namun pemahaman itu seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur dan wawasan saya, akhirnya luntur dan terlupakan. Saat bermimpi, baik mimpi indah atau buruk, saya tidak teringat lagi ke film itu, hanya yah,,, kalau mimpi indah lanjut lagi tidurnya dan kalau mimpi buruk, buru-buru berdoa dan membalik bantal atau kalau tidak berani, yah melek!
Nah,, pada suatu hari diumur dewasa saya ini, saat lagi asyik berFB ria, saya melihat kutipan artikel akan diadaptasinya buku si jago cerita anak-anak Mr. Roald Dahl menjadi film dengan judul yang sama, The BFG, The Big Friendly Giant (Raksasa Besar yang Baik). Memang ini bukan adaptasi pertama bukunya menjadi film. Diantaranya sudah ada Matilda dan Willy Wonka And The Chocolate Factory menjadi film dengan judul yang sama juga. Berhubung saya orangnya ga mau ketinggalan cerita, maka sebelum film itu release, saya harus dapat bukunya. Melihat bukunya dalam artikel itu, saya tidak heran, karena pernah lihat di toko buku OlShop langganan saya. Saya mulai order, namun entah mengapa, bukunya ga ready, dimana-mana kosong. Koq tiba-tiba ngilang yah… okee.. masuk hunting list, dan minta OlShop untuk mencolek saya jika buku itu muncul lagi.
Teaser Trailer-nya muncul dan disusul Official Trailer beberapa bulan kemudian, bener-bener bagus banget dan kesan pertama saya “wah, bagus nih”. Filmnya sendiri dibuat oleh Disney Movie bukan dalam bentuk kartun tetapi live action adaption dan baru akan direlease tanggal 1 Juli 2016. Disutradarai oleh Steven Spielberg. Harus nonton nih kalau begini ceritanya.
Minat untuk memiliki bukunya pun semakin menjadi-jadi. Tapi apa daya ga ketemu. Sampai akhirnya toko buku Gramedia di kota saya ngadain Bazar buku. Jelas saya kesana. Ngubek-ngubek setiap rak nyari buku-buku di hunting list saya, dan buku-buku lain yang harganya murah banget!!! Nah, lagi asyik ngubek-ngubek buku kayak ngubek-ngubek monza, saya ketemu buku yang kejepit buku lain sampai bentuknya bengkok. Campuran mau tahu itu buku apa dan sekalian merapihkan sedikit rak buku itu serta rasa kasihan pada buku yang tertimpa dan terjepit dengan susunan tak wajar, saya tarik buku itu. Ketika saya berhasil menariknya dan melihat covernya… ya ampun,, itu buku The BFG!!! Otomatis saya elus-elus itu buku yang udah bengkok dan terlipat. Tidak ada lebel harga, tapi saya ambil dan ditumpuk sama buku-buku panenan saya lainnya.
Senang dong, bahagia malah, saya lanjutkan perburuan saya sampai ke rak terakhir. Dirak terakhir sodara-sodara, kalian tahu apa yang saya temukan, ada sekitar 10 pieces lagi buku The BFG itu,,, hahahahha,,, bener-bener yaaa,, tapi saya tetap senang. Dicari dimana-mana rupanya adanya dikota sendiri.
Saya baca sinopsisnya dan dikatakan bahwa si BFG adalah peramu mimpi-mimpi, lantas dengan terompet meniupkannya ke dalam kamar anak-anak yang terlelap. Sekilas saya teringat film kartun itu dan asal muasal mimpi yang saya yakini saat anak-anak dulu. Segera saya langsung baca bukunya dan benarlah, bahwa ini adalah asal film kartun saya itu dulu… Gosh,,, akhirnya bertemu kembali, seakan-akan teman lama masa kecil yang berjumpa setelah 25 tahun. Saya tidak ingat adegan-adengan lain dalam film itu selain saat si raksasa baik meniupkan mimpi itu dan bagaimana mimpi itu berputar seperti film pendek di sekitar kepala anak-anak.
Sedikit googling, buku ini banyak mendapat perhargaan sebagai buku anak-anak terbaik. Buku ini terdiri dari 200 halaman dan diisi oleh ilustrasi Quentin Blake pria berkebangsaan Inggris yang memang dikenal sebagai illustrator karya-karya Roald Dahl. Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1982. Yang didedikasikan Dahl buat putrinya Olivia yang meninggal saat berumur 7 tahun karena sakit. Hal ini Dahl tulis dihalaman persembahan pada awal buku ini. Dan adaptasi film kartunnya yang dulu saya tonton itu, dibuat pada tahun 1989.
Terimakasih buat Gramedia yang telah menerbitkan versi terjemahannya dan mempertahankan cover aslinya dengan sedikit modifikasi, namun terlihat tidak berbeda jauh dengan cover aslinya. Like that!!
Sesuatu yang unik ditulis Dahl pada akhir cerita, bagaimana dikatakan bahwa si BFG mencoba untuk menulis sebuah buku. Buku tentang petualangan Raksasa baik dan seorang gadis kecil yatim piatu.
“…tapi karena BFG raksasa yang rendah hati, ia tak ingin namanya dicetak di buku itu. Ia menggunakan nama orang lain. “Tapi mana?” kau mungkin bertanya, “Buku yang ditulis BFG ini?” Buku itu ada disini. Kau baru saja selesai membacanya.” (page 200)
Well done Mr. Dahl!!!
Well done Mr. Dahl!!!


Komentar
Posting Komentar